Hiduplah dengan mencari REDHA-NYA
Wednesday, March 03, 2010 at Wednesday, March 03, 2010
0 ulasan Label: Isu Semasa
Al-Khansa terkenal dengan gelaran; lbu para syuhada. Al-Khansa dilahirkan pada zaman jahiliyah dan tumbuh besar di tengah suku bangsa Arab yang mulia, yaitu Bani Mudhar. Sehingga banyak sifat mulia yang terdapat dalam diri Al-Khansa. Beliau adalah seorang yang fasih, mulia, murah hati, tenang, berani, tegas, tidak kenal pura-pura, suka berterus terang.
Dan selain keutamaan itu, beliau pun pandai bersyair. Beliau terkenal dengan syair-syairnya yang berisi kenangan kepada orang-orang yang dikasihinya yang telah tiada mendahului ke alam baka. Terutama kepada kedua saudara lelakinya, yaitu Mu’awiyah dan Sakhr yang telah meninggal dunia.
Diriwayatkan bahwa ketika Adi bin Hatim dan saudarinya, Safanah binti Hatim datang ke Madinah dan menghadap Rasulullah SAW, maka berkata, “Ya Rasulullah, dalam golongan kami ada orang yang paling pandai dalam bersyair dan orang yang paling pemurah hati, dan orang yang paling pandai berkuda.” Rasuluilah SAW bersabda, ‘Siapakah mereka itu. Sebutkanlah namanya.’ Adi menjawab, ‘Adapun yang paling pandai bersyair adalah Umru’ul Qais bin Hujr, dan orang yang paling pemurah hati adalah Hatim Ath-Tha’i, ayahku. Dan yang paling pandai berkuda adalah Amru bin Ma’dikariba.’ Rasuluilah SAW menukas, “Apa yang telah engkau katakan itu salah, wahai Adi. Orang yang paling pandai bersyair adalah Al-Khansa binti Amru, dan orang yang paling murah hati adalah Muhammad Rasulullah, dan orang yang paling pandai berkuda adalah Ali bin Abi Thaiib.’
Jarir ra. pernah ditanya, Siapakah yang paling pandai bersyair? Jarir ra. menjawab, ‘Kalau tidak ada Al-Khansa tentu aku.’ Al-Khansa sangat sering bersyair tentang kedua saudaranya, sehingga hal itu pernah ditegur olah Umar bin Khattab ra. Umar ra. pernah bertanya kepada Khansa, ‘Mengapa matamu bengkak-bengkak?’ Khansa menjawab, ‘Karena aku terlalu banyak menangis atas pejuang-pejuang Mudhar yang terdahulu.” Umar berkata, ‘Wahai Khansa, Mereka semua ahli neraka.’ Sahut Khansa, ‘Justru itulah yang membuat aku lebih kecewa dan sedih lagi. Dahulu aku menangisi Sakhr atas kehidupannya, sekarang aku menangisinya karena ia adalah ahli neraka.’
Al-Khansa menikah dengan Rawahah bin Abdul Aziz As Sulami. Dari pernikahan itu ia mendapatkan empat orang anak lelaki. Dan melalui pembinaan dan pendidikan tangan-tangannya, keempat anak lelakinya ini telah menjadi pahlawan-pahlawan Islam yang terkenal. Dan Khansa sendiri terkenal sebagai ibu dari para syuhada. Hal itu disebabkan dorongannya terhadap keempat anak lelakinya yang telah gugur syahid di medan Qadisiyah. Sebelum peperangan bermula, terjadilah perdebatan yang sengit di rumah Al-Khansa. Di antara keempat putranya telah terjadi perebutan kesempatan mengenai siapakah yang akan ikut berperang melawan tentara Persia, dan siapakah yang harus tinggal di rumah bersama ibunda mereka. Keempatnya saling tunjuk menunjuk kepada yang lainnya untuk tinggal di rumah. Masing-masing ingin turut berjuang melawan musuh fi sabilillah. Rupanya, pertengkaran mereka itu telah terdengar oleh ibunda mereka, Al-Khansa. Maka Al-Khansa telah mengumpulkan keempat anaknya, dan berkata, ‘Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak pantas bagiku untuk mengkhianati bapamu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng arang di kening keluargamu.Jika kalian telah melihat perang, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah, majulah paling depan nescaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat. Negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya dianugrahi hidup.’
Pemuda-pemuda itupun keluar menuju medan perang. Mereka berjuang mati-matian melawan musuh, sehingga banyak musuh yang terbunuh di tangan mereka. Akhirnya nyawa mereka sendirilah yang tercabut dari tubuh-tubuh mereka. Ketika ibunda mereka, Al-Khansa, mendengar kematian anak-anaknya dan kesyahidan semuanya, sedikit pun ia tidak merasa sedih dan kaget. Bahkan ia telah berkata, ‘Alhamdulillah yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga Allah segera memanggiiku dan berkenan mempertemukan aku dengan putra-putraku dalam naungan Rahmat-Nya yang kokoh di surgaNya yang luas.’ Al-Khansa telah meninggal dunia pada masa permulaan kekhalifahan Utsman bin Affan ra., yaitu pada tahun ke-24 Hijriyah.
Tuesday, March 02, 2010 at Tuesday, March 02, 2010
0 ulasan Label: Perkongsian Bersama
k aku melayari internet, tiba2 kedengaran guruh berdentum..pada mulanya aku buat tidak endah shj dengan dentuman tersebut..tapi kilat dan guruh yang sambung menyambung membuatkan aku berasa agak takut dan berbagai2 perasan yang mula muncul..setelah melihat keadaan cuaca seperti itu, aku terus menutup laptop dan suis yang ada..hendak dikatakan lama juga kilat dan guruh sambung menyambung hampir setengah jam..bak kata ibuku seperti langit hendak runtuh..kemudian baru guruh dan kilat tersebut disusuli dengan hujan yang lebat..sudah lama aku tidak mendengar kilat dan guruh seperti tadi..tidak dapat ku gambarkan perasaanku ketika itu, aku cuma berdoa dan berharap tiada apa yang berlaku..
Monday, March 01, 2010 at Monday, March 01, 2010

0 ulasan Label: Perkongsian Bersama
Berjuang menempah susah,
Menanggung derita menongkah fitnah,
Itulah gelombang hidup samudera duka,
Seorang mujahid membela tauhid.
Dipisah dia berkelana,
Dibelenggu dia uzlah menagih mehnah,
Namun jiwa tetap bara memburu cinta,
Membara demi Allah dan RasulNya.
Berjuang tak pernah senang,
Ombak derita tiada henti,
Tenang resah silih berganti,
Inilah sunnah orang berjuang.
Malamnya bagai rahib merintih sayu,
Dihiris dosa air mata,
Siangnya bagaikan singa di rimba,
Memerah keringat mencurah tenaga.
Sudah sunnah berjuang di jalan Allah…
Berjuang memang pahit,
Kerana syurga itu manis,
Bukan sedikit mahar yang perlu dibayar,
Bukan sedikit pedih yang ditagih.
Berjuang ertinya berkorban,
Rela terhina kerna kebenaran,
Antara dua jadi pilihan,
Dunia yang fana atau syurga..
Sunday, February 14, 2010 at Sunday, February 14, 2010